Archive for January, 2008

h1

Ini Rasanya…

Jpm1000000pmFri, 11 Jan 2008 22:11:42 +000008 1, 2008

Malam telah beranjak larut,

aku disini hanya ditemani sepi,

hfffhhh…entah apa yang kuperbuat,

besok ada ujian progress test modul, tapi belum satupun materi yang berhasil kubaca tuntas,

besok ada pelatihan leadership selama 2 hari, menginap, tapi akupun sepertinya belum siap,

malam ini adikku sakit panas, tak tega kumeninggalkannya besok selama 2 hari untuk mengikuti semua acaraku,

ah..seperti inikah rasanya? sehari-hari kulihat wajah adikku yang selalu ceria, nakal dalam usianya, loncat kesana kemari, membuatku pusing dan acapkali ingin marah,

namun sekarang begitu melihat dia terbaring dalam ketidakberdayaannya, hati ini rasanya sedih…kasihan..rindu akan kenakalannya seperti sedia kala, ingin berusaha yang terbaik agar adikku cepat sembuh,

ah…seperti inikah rasanya? bila aku yang hanya menjadi kakaknya sudah sedemikian sedih hatiku, bagaimana rasanya menjadi seorang ibu?

Cepat sembuh ya de’…

kemarin, aku sempat pula kecewa dengan seseorang…dengan ketidaktegasannya, proses pemantapan hati ini berubah menjadi suatu kebimbangan..salah siapa? aku tidak tahu, tapi ada catatan penting untuknya di hati ini…

Hari ini, berbagai macam perasaan tumpah ruah, melebur jadi satu..mungkin jika diibaratkan permen, akan menjadi nano-nano…manis, asem, asin..semuanya ada

well, just enjoy this feeling..no matter how bad it is…this feeling has its own time to go,

so let’s enjoy it…

h1

New Year…New Blog…New Resolution!!

Jam1000000amTue, 01 Jan 2008 03:35:22 +000008 1, 2008

2008…!!!
malam tahun baru, di beranda lantai 3…
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, aku menghabiskan menit-menit terakhir pergantian tahun di beranda atas lantai 3. Menikmati panorama langit malam ini.
Hanya saja, malam ini langit terlihat hujan.
Tidak tampak sama sekali bintang ataupun bulan.
Hanya awan tebal, hujan, dan kilatan petir.
Tapi aku masih berharap dapat menikmati panorama “khas” di setiap momen tahun baru, yaitu kembang api.

Tak lama kemudian, terdengar sirine penanda pergantian akhir tahun, entah darimana asalnya.
Setelah itu, terlihat berbagai macam kembang api bertaburan di langit….Cool!
Seakan tak peduli dengan derasnya hujan dan gemuruhnya petir menyambar, sang kembang api tetap meluncur sempurna ke atas langit mempertontonkan keindahan warnanya.

It’s a great scenery anyway!

Begitulah, jika mau dianalogikan dengan hidup, apapun yang akan terjadi di tahun 2008, maupun di tahun-tahun berikutnya…tetaplah mempunyai semangat mengarungi kehidupan ini, memancarkan semangatmu, seperti yang dilakukan oleh sang kembang api tersebut..

Subhanallah…sambil terpesona melihat keindahan ‘bintang buatan’ itu, tak lupa kuselipkan do’a kecil…agar di tahun 2008 bisa menjadi lebih baik lagi…amiin…

Selain itu, aku juga resmi membuka blog baruku ini (ceilee…ehm, sebelumnya aku memakai blog di FS)
dan tentunya dengan sebuah resolusi yang siap diwujudkan untuk tahun ini…=)

So, New Year…New Blog…New Resolution!!

Ps: mungkinkah new status?? he3x..;P

 

Wilkommen 2008!!

h1

I Want You

Jam1000000amTue, 01 Jan 2008 03:31:34 +000008 1, 2008

 

In the darkness I see light

In light I’m alone

Alone I feel sad

In sadness I fell lonely

This kind of loneliness I don’t like

What I like I don’t have

What I’ve had I don’t like

In what I have there’s not you

Where you are I don’t know

In what I know people don’t see

In what they see I see illusion

What I want is very simple

Truth…and nothing but the truth

I doubted you

I’m still in doubt

As there should be only

One in a million, in this distracting sea of life,

to be met, to be found and to be loved forever…

In doubt,

In this emptyness of solitude

I want you…

h1

Patch Adams’ Poem

Jam1000000amTue, 01 Jan 2008 03:29:30 +000008 1, 2008

 

I do not love you as if you were salt-rose, or topaz
or the arrow of carnations the fire shoots off.


I love you as certain dark things are to be loved,
in secret, between shadow and the soul.

I love you as the plant that never blooms


but carries in itself the light of hidden flowers;

thanks to your love a certain solid fragrance,


risen from the earth, lives darkly in my body.

I love you without knowing how, or when, or from where,

 

I love you simply, without problems or pride:

I love you in this way


because I don’t know any other way of loving

but this, in which there is no I nor you,

so intimate that your hand upon my chest is my hand,

it is your eyes that close………

 

 


so intimate that when I fall asleep
 

h1

Untuk Sebuah Nama

Jam1000000amTue, 01 Jan 2008 03:27:26 +000008 1, 2008

 

untuk semangat-semangat yang tak jemu
dia berikan

untuk waktu-waktu yang telah banyak
dia korbankan

untuk doa-doa yang tak letih dia
ucapkan

untuk seuntai senyum yang senantiasa
dia hadirkan

untuk pelukan-pelukan hangat yang
selalu dia rangkulkan

untuk sebuah keikhlasan berbagi hidup
dengan seseorang bernama “aku”

menerimaku apa adanya
saat ku rapuh
saat ku tersenyum
saat ku sendiri

untuk sebuah nama
yang akan selalu terpaut di hati
yang akan selalu ada
dan takkan pernah mati

untuk sebuah nama
diri ini sangat inginkan berucap
terima kasih…………


:. originally writing by ayu
1 Feb’07, 21.10 WIB. saat tetes-tetes
hujan memainkan simfoninya…

h1

Sebuah Do’a

Jam1000000amTue, 01 Jan 2008 03:24:11 +000008 1, 2008

 

“Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya. Di dalam ucapanku cahaya. Jadikanlah pada pendengaranku cahaya. Jadikanlah pada penglihatanku cahaya. Jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku cahaya. Jadikanlah dari atasku cahaya. Dari bawahku cahaya. Ya Allah berikanlah kepadaku cahaya dan jadikanlah aku cahaya.”

(HR Muslim dan Abu Daud)

h1

Belajar dari Anak Kecil

Jam1000000amTue, 01 Jan 2008 03:14:51 +000008 1, 2008

“Kaki kecil melangkah menapak bumi yang indah

seakan tiada beban hidup di dunia

wajah polos yang cerah menyapa ramah sesama

angin lembut menerpa selembut hatinya

Oh indahnya hidup, seperti mereka

yang tiada dengki iri hati damainya….”

Benar apa yang dikatakan salah satu dosenku dalam kuliahnya pada modul kemarin, “Anak bukanlah miniatur orang dewasa”. Sehingga perlakuan kita pada anak kecil pun seharusnya menghargai keberadaan dia sebagai insan, yang mempunyai hak2nya. jangan kita perlakukan dia layaknya ‘orang dewasa dalam bentuk anak2’. Bagaimanapun mereka masih belajar ttg hidup ini. Mereka baru menghabiskan beberapa tahun hidup di dunia. Maka, jangan serta merta menyalahkan mereka akibat kesalahan yang mereka perbuat.

Bagi kita kebanyakan, untuk belajar dari anak kecil seakan sesuatu yang dianggap remeh. Jika kita berpendapat begitu, saya bisa katakan bahwa kita salah!! karena hari ini, Allah menyadarkan saya…bahwa anak kecil pun mempunyai suatu pemikiran yang dahsyat. Dalam kepolosannya, ternyata ia mampu menyelesaikan suatu masalah, tanpa intervensi kita sama sekali. Read the rest of this entry ?