h1

Doaku Terjawab

Jpm2000000pmTue, 05 Feb 2008 20:45:12 +000008 1, 2008

Hari ini, Allah menjawab satu doaku…Subhanallah, air mataku menetes kala jawaban itu datang…aku benar-benar menangis.Maha Besar Allah, wahai Sang pembolak-balik hati manusia…Yah, hari ini…untuk kesekian kalinya aku ‘sedikit’ bertengkar dengan Ayah. Bukan adu argumen atau semacamnya mengenai suatu topik hangat di berita. Kebanyakan karena masalah sepele saja. Kami orangnya sama-sama keras kepala, sebisa mungkin mempertahankan pendapat kita, namun akhirnya karena kesadaran aku sebagai anaknya, aku pun mengalah..

Aku akan diam saja mendengar semua perkataannya. Tak mungkin api dibalas oleh api, akan lebih panas suasananya. Tapi tetap saja, hati kecil ini menolak hal-hal yang gak ‘sreg’. Hatiku tetap berontak.

Dalam kondisi-kondisi seperti itu, aku hanya bisa berkeluh-kesah pada-Nya..menangis dalam sujudku, dan berdo’a. Bagaimanapun aku ingin yang terbaik bagi Ayah.Dan hari ini, lagi-lagi….bertengkar untuk alasan yang sepele di dalam mobil…

sebenarnya aku cukup bosan juga menanggapinya, tapi tetap saja…ada suatu kepingan kecil hati ini yang berontak…

akhirnya aku melangkah ke kampus ini dengan rasa tak enak di hati…hffffuh…

Namun, hari ini pula…ternyata Allah menurunkan jawaban-Nya….

Dengan tak disangka-sangka, Ayah meminta maaf padaku lewat sms…mengatakan bahwa perkataanku tadi benar dan akan berusaha untuk berubah, untuk itu Ayah meminta dukunganku… seketika itu juga, air mataku menetes….Ya Rahman, Wahai Sang Pembolak-balik hati! Aku tak sanggup lagi berkata untuk semua karuniaMu, maka benarlah suatu ayat-Nya yang mengatakan, “Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?”

Hati ini juga merasakan kelegaan yang amat sangaaattt……

Ternyata perkataan-perkataanku tadi membuat Ayah banyak berpikir. Aku langsung menjawab smsnya menyatakan dukunganku!

Alhamdulillah ya Allah,..Kau menjawab doaku…Dengan Allah di sampingmu, impossible is nothing!! (mengutip perkataan salah satu senior)

“Kita sebagai orang tua, seringkali menuntut anak-anak kita untuk mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf. Namun, jarang kita sebagai orang tua, mengakui kesalahan kita sendiri dan meminta maaf akan kesalahan kita pada anak-anak kita.” (Ayu)

Satu pelajaran penting yang kudapatkan, semoga bisa menjadi bekal dalam menapaki hidup, sebuah bekal untuk menjadi orang tua yang bijaksana.

:.Kalau saja kau tahu, betapa sangat ku menyayangi mereka…………….

 

 

 

 

 

Advertisements

3 comments

  1. Kita sebagai orang tua, seringkali menuntut anak-anak kita untuk mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf. Namun, jarang kita sebagai orang tua, mengakui kesalahan kita sendiri dan meminta maaf akan kesalahan kita pada anak-anak kita. (Ayu)

    Belum pernah merasakan jadi orang tua, jadi belum tahu. Jazaakumullahu khayran nasihatnya. Semoga teringat nasihat ini setelah menjadi orang tua, insyaallah. Semoga Allah melimpahkan kesabaran dan barakah kepada antum.

    Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” [uff] dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Qs.Al-Isra'[17]:23-24).


  2. Hmm… hampir sama yu’. Tapi kalo aku sama kakakku yu’…

    Wih… sejak SD lo… bahkan sampai semester 4 kemarin masih dendam banget. Tapi gara-gara nasihat ayu waktu itu, agar memaafkan masa lalu… Alhanmdulillah bisa lebih hilang dendam yang ada…


  3. Sungguh menginspirasi, serius. Laki-laki memang susah mengalah (saya tahu rasanay beratnya mengalah).

    Btw, kalau boleh, saya punya saran.
    Kalau bisa, tulisan yang setipe dengan ini (terutama bagian awalnya, meski bagian akhir akan ngambang kalo awalnya g dbaca) sebaiknya disimpan rapi dalam ruang privat Mba’ Ayu.

    Kalau menurut saya (salahkan saya bila hal ini salah), menjaga nama baik lebih tinggi nilainya dari pada mengungkapkan rasa syukur kita terhadap karunia Allah kepada orang lain.

    Mohon maaf bila sok tau.
    Itu memang sifat yg teman2 sering baca dari saya.
    (I’m trying to change).
    Semoga bermanfaat.
    wassalamualaikum wr wb



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: