h1

Dia yang Kurindu

Jam5000000amSat, 17 May 2008 08:41:42 +000008 1, 2008

Yang wajahnya selalu kuingat. Yang wajahnya punya ruang di dalam hatiku. Wajah itu yang punya cerita bersamaku. Wajah yang selalu punya sesuatu untuk dibagi bersamaku. Yang wajahnya selalu kurindu. Dialah yang kurindu.

Yang smsnya selalu kutunggu. Yang smsnya selalu membuatku tersenyum. Yang isi smsnya terkadang membuatku tertawa. Yang smsnya selalu membuatku semakin merindukannya. Dia yang kurindu.

Yang suaranya selalu bergema di telingaku. Yang teleponnya selalu kutunggu tiap malam. Yang tiap kali bicara denganku selalu meneduhkan hatiku yang bagai riam. Dia itu yang kurindu.

Yang ketiadaannya membuatku sepi, sepi yang mengiris hingga ke ulu hati. Yang rasa sepinya selalu membuatku menangis di tiap kali sujud. Yang dalam tiap kali tangis, namanya yang terucap dan doa Robitoh kupanjatkan. Dia yang kurindu.

Yang tiap kebaikannya selalu kukenang. Yang tiap amarahnya selalu menyadarkan. Yang doanya selalu mengiringiku berjalan. Yang selalu ada maaf setiap kali aku salah. Dia adalah orang yang kurindu.

Yang selalu temaniku di tiap langkahku di jalan-jalan yang asing. Yang selalu meramaikan hidupku yang terkadang sendiri. Yang selalu bercerita tentang cinta. Yang selalu membuatku bahagia. Dia itu yang kurindu.

Yang selalu ada di hati dan takkan pernah mati. Yang tiap kejadian bersamanya akan selalu abadi. Yang tak pernah benci walau sudah kusakiti. Yang siap setiap saat tiap kali kumencari. Yang mengajariku tentang cinta yang hakiki. Dia sangat kurindu.

Yang mendukungku tiap kali aku mulai lompatan besar. Yang menyokongku dengan doa, cinta dan kasih sayang. Yang menggandengku di masa-masa gelap, dan melepasku kala aku siap. Yang menangkapku tiap kali aku jatuh. Yang mengobatiku tiap kali aku sakit. Yang memelukku tiap kali aku menangis. Sungguh, Dia yang kurindu.

Yang menertawaiku tiap kali aku melakukan hal-hal bodoh. Yang bercanda bersamaku. Yang merasakan apa yang kurasa. Yang ikut menangis bila aku menangis, yang ikut bahagia tiap kali aku menang. Yang menjadi tempatku mengadu tiap kali aku kalah. Yang dengan seluruh tenaga akan mendorongku untuk kembali berjuang. Dia itulah yang kurindu.

Yang seiring sejalan bersamaku. Yang setia menemaniku mengarungi hidup. Yang menegurku tiap aku khilaf. Yang banyak mengajariku hal-hal yang berguna. Yang selalu menegarkanku. Yang selalu menjagaku dari segala yang mungkin menyakitiku. Yang selalu melindungiku. Yang membuatkanku sebuah benteng penuh cinta tempatku berlindung dengan nyaman dan aman. Dialah yang kurindu.

Yang akan kuberikan terbaik dari yang kumiliki. Yang akan selalu kubagi apa yang kupunya. Yang seluruh cinta dan rasa sayangku kuberi untuknya. Yang ingin kulindungi dan selalu kujaga. Yang ingin selalu kubuat bahagia, tersenyum dan tertawa. Yang ingin selalu kuiringi. Yang akan kuhibur tiap takut mencekam. Aku merindukannya…

 

…Untuk Kamu…

 

:. tulisan dari sebuah web yang kumodifikasi..^.^

 

Advertisements

4 comments

  1. Ow… manis sekali… 🙂


  2. bahagia sekali orang yang dapet puisi ini.


  3. Hah ? 🙄

    Gak salah ya komen diatas ini ? kok aku pengen ketawa sich. Hahaha…

    Sori yu, gak tahan ngomen :mrgreen:


  4. narsis secara gak langsung itu :mrgreen:
    coba tanya aja ama orangnya..hehehe



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: