h1

Eternal Reefs

Jam6000000amSun, 08 Jun 2008 10:07:40 +000008 1, 2008

“I love the ocean, and never liked the idea of a traditional burial. We take so much out of this planet, I’d love to be able to give something back, even such a small thing as helping create a reef with my remains. When my father died, I didn’t like the idea of visiting him at the cemetery. I keep his memory close to my heart, and think of him frequently. What more of a memorial does he need. I wish these eco-friendly options had been available, I think he would have liked them.”
(S.Llyod)

 

Pernah dengar istilah “Eternal Reefs” ? Sang karang abadi?

Jujur, konsep ini baru ayu denger tadi pagi di Metro TV, dan konsepnya bener2 “think out of the box“. Entahlah apa ayu yang jarang denger berita atau apa, klo konsep ini dah lama ada..ya maaf, maaf aja deh…abis baru denger2 sekarang ini..hehehe :mrgreen:

Ide ini muncul karena kekhawatiran akan banyaknya terumbu karang yang rusak di lautan, maka dibuatlah sebuah material dan sistem yang dapat meniru lingkungan ekosistem alami laut serta menyokong pertumbuhan karang dan mikroorganisme lainnya.

Desainnya harus stabil dan ramah lingkungan (terutama pada ekosistem laut itu sendiri), bahan-bahannya pun terbuat dari material alami yang bisa menarik organisme laut untuk menempel dan tumbuh di permukaannya. Juga harus ada aliran arus turbulensi dan tidal normal untuk mendukung pertumbuhan karang dan mikroorganisme.

Dan terciptalah konsep “Eternal Reefs”, sebuah alternatif kremasi/pemakaman yang berguna utk lingkungan. Hasil kremasi orang yang meninggal dicampur dengan bahan-bahan lainnya untuk menciptakan sebuah “karang abadi”..lalu ditaruh di lautan sebagai peristirahatan abadinya..Hmm, it’s such a thing, right?

Menjadikanmu tetap berguna walau setelah kau meninggalkan dunia ini?

It seems more of a beginning than an ending…

Advertisements

3 comments

  1. Aneh, kenapa harus menggunakan abu kremasi? Bagaimana hukumnya dalam Islam? Wallaahu a’lam.

    Saya setuju dengan adanya cara untuk memperbaiki terumbu karang. Tapi hendaknya tidak dengan hal-hal yang “aneh”. Wallaahu a’lam.


  2. Hmm…ide utk pemakaman dlm bentuk karang ini awalnya adalah permintaan dari bapak mertua Don Brawley (sang penemu), yang waktu itu bermimpi ketika suatu nanti hasil kremasinya dapat berguna utk menolong terumbu karang, dan diwujudkan oleh Don Brawley, sang menantunya sendiri. Lalu, berita itu merebak dng cepat hingga sekarang “Eternal Reefs” ini sendiri merupakan salah satu alternatif peristirahatan terakhir populer bagi sebagian besar orang di kawasan Barat.

    Klo dari segi ilmu pengetahuan, sebenarnya itu gak aneh kok, manusia itu kan berasal dari unsur2 organik juga yang bisa terurai, jadi sesuai dengan istilah “material alami” yang dipakai..apalagi klo material alami yg biasa dipakai utk mencetak reef itu menjadi susah didapat, trus lahan utk pemakaman biasa juga sudah tidak mencukupi lagi…kira2 gimana ya ke depannya? hmm, still curious..

    saya sendiri klo dari sudut agama Islam belum tahu dalil2 n hukumnya bahkan belum ada ijtihad para ulama utk membahas hal2 seperti ini (setahu saya)..

    wallahu’a’lam
    -hal2 inilah yang membuat kita utk tetap berpikir kritis n dinamis-


  3. Pernah dengar tuh Mbak… 😀
    Tetapi yang lebih populer disoroti itu adalah pembuatan perangsang karang buatan (bahasa yang aneh..). Intinya, bahan2 “batu” alamiah, dibuat lalu dibenamkan dalam laut dengan harapan para makhluk pembuat karang akan sudi membuat karang di batu tersebut. Nah eternal reefs ini adalah anggota himpunan bagian dari metode tersebut.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: