h1

Bukan Kebetulan

Jpm6000000pmSun, 15 Jun 2008 20:39:59 +000008 1, 2008

 

Akhirnya, setelah sekian lama..aku bertemu dengan dia yang kurindu

Hari ini, aku diberi kesempatan olehNya..walau hujan pagi hari, ada masalah kendaraan, dsb…tapi alhamdulillah aku telah bertemu dengannya, melihatnya secara langsung dalam keadaan sehat wal’afiat 🙂

Dalam sebuah kesempatan itu, aku pun berbincang banyak dengannya, tentang segala hal…menuntaskan segala cerita yang terpendam selama ini.

Sampai pada suatu hal perbincangan tentang jakarta dan luar kota, waktu itu aku memberitahukan kepergian teman kami ke luar kota (daerah Jawa Timur).

“Kalo diberi kesempatan ke luar kota, aku juga pingin” ujarnya dalam perbincangan kami

“Kenapa?”

“Iyalah, aku di Jakarta ini kebetulan, ortuku di Jakarta. Dulu, sebenarnya aku milih UGM…tapi ternyata doa ibuku lebih kuat utk masuk di UI, jadilah aku di Jakarta”

“Emang kenapa dengan Jakarta?” tanyaku, dadaku mulai sesak (entah kenapa)

“Jakarta sumpek, ya gitu deh..kurang suka suasananya”

“Aku kebetulan di Jakarta, karena ortuku di jakarta. Klo ortuku gak di jakarta, mungkin ceritanya akan lain. klo boleh milih sih UGM…”

“Disyukurilah, apa yang terjadi sekarang ini”

“Iya sih, tapi klo ada pilihan, kenapa nggak?”

Aku terdiam cukup lama. Hening. Sesak rasanya, entah kenapa. Apa karena aku orang Jakarta? sehingga mendengar hal itu aku tak rela? Sepertinya bukan karena itu. Lama aku termenung, mencoba menebak apa yang membuat dadaku terasa sesak. Sakit dan sedih sekali rasanya…

Tak lama, terlintas pertanyaan dalam batinku…

Kebetulan?

Apakah semua ini berarti kebetulan baginya?

Apakah itu berarti, aku juga termasuk kebetulan?

Di Jakarta kebetulan bertemu denganku?

Kebetulan?

Kata itu masih terngiang jelas di benakku. Rasanya aku tahu sekarang mengapa dadaku terasa semakin sesak. Aku mencoba meredamnya dalam diam. Aku tak tahu harus berkata apalagi. Mencoba tenang, mencoba menikmati perjalanan dalam diamku.

Aku memang orang yang cuek, spontan, easy-going, apa adanya..tapi aku tak pernah berpikir tentang sebuah kebetulan dalam hidup ini.

Karena aku yakin, Allah telah merencanakan yang terbaik…

Bagiku, tak pernah ada kebetulan..karena semua telah terancang indah olehNya..

Termasuk pertemuanku dengan dia. Aku bersyukur telah dipertemukan dengannya. Mengenalnya dengan baik, berada di sisinya saat ini. Bagiku itu semua adalah anugerah dalam hidupku. Sama sekali bukan sebuah kebetulan. Apakah dia menyadarinya?

 Hadirmu kini

membuatku percaya lagi

bahkan lebih indah

dari mimpi-mimpiku…(“Hanya Cinta yang bisa”–A.Monica&Titi DJ)

Mungkin, topik ini telah keliru terucap pada moment hari ini. Moment dimana aku ingin mengobati akan kerinduan lama tak jumpa dengannya. Mungkin aku juga yang salah dalam berkata-kata. dan sekarang hanya diam yang menghiasi sisa hariku dengannya. Tanpa kata-kata.

 

Advertisements

6 comments

  1. kamu bukan kebetulan.
    kamu itu jawaban.
    kamu adalah harapan.
    kamu masa depanku.
    anugerah..yang terindah..
    maafin aku yah…


  2. wah, berarti, kata “kebetulan” “haram” diucapkan ya..??

    Kalau gitu, kita ngomong tentang “kebenaran” saja.
    Betul = benar. 😀 :mrgreen:

    SEMANGKA… !
    Semangat Kawan!


  3. Hmm… agung ini menganggu saja :mrgreen:

    Kebetulan ? bagaimana kalo itu diganti takdir ?


  4. memang kata2 lebih tajam daripada pedang,
    padahal semua perbendaharaan kata di dunia ini bersifat relatif (karena yg buat manusia),
    kata2 sering tak bisa mewakili perasaan kita sesungguhnya.. :mrgreen:


  5. Hai Yu-chan,
    udah di-link kok. Btw posting yg lu kasih komen memang mengenai dia yang mo gw ajak nonton kemarin 😀


  6. *SOTOY MODE:ON*
    Menurut pemahaman saya, istilah kebetulan itu ga tepat. Segala yang terjadi di dunia ini karena hukum sebab-akibat (kausalitas). Terjadinya sesuatu karena sebab hal lainnya. Tentu saja itu semua atas ijin Tuhan.
    Urusan takdir, itu urusan Tuhan. Kita manusia tentu ga tau sama sekali apa yang ditakdirkannya. Manusia hanya bisa memilih dalam area yang bisa dipilihnya. Kebetulan? Tidak sama sekali.

    *busyet…saya kayak teolog begini…mf klo terlalu sok tahu*



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: