h1

Suatu Ketika

Jpm7000000pmTue, 01 Jul 2008 16:55:38 +000008 1, 2008

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya,  “Mengapa engkau menangis?”

“Karena aku seorang wanita”, kata sang ibu kepadanya.
 
“Aku tidak mengerti”, kata anak itu.
 
Ibunya hanya memeluknya dan berkata, “Dan kau tak akan pernah mengerti”
 
Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, “Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?”
 
“Semua wanita menangis tanpa alasan”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
 
Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.
 
Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, “Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?”
Tuhan berkata: “Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan “
 
“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya “
 
“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh “
 
“Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya “
 
“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya “
 
“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu “
 
“Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.”
 
“Kau tahu: Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.”
 
“Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya – tempat dimana cinta itu ada.”
 
 

p/s: ini untuk wanita2 di luar sana…

dari sebuah postingan message..thanks ^^

dedicated to my mom who has beautiful eyes…

Advertisements

7 comments

  1. Kadang ngeri melihat postingan semacam ini. Mungkin diharapkan isinya sampai ke pembaca. Namun ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi, terutama terkait masalah ketuhanan. Setahuku, untuk hal-hal semacam ini, haruslah diberikan dalil atasnya. Apakah kita hendak berdusta atas nama Allah? Na’uudzu billaahi min dzaalik.


  2. Saya punya pikiran selaras dengan Bang Arif.
    Apa benar Tuhan bicara seperti itu?


  3. sebelumnya met kenal mbak ayu…
    menegesampingkn masalah ketuhanan yang di sampaikan kedua mas diatas.. , saya salut dengan pemikiran mbak soal wanita…
    tulisan mbak bikin aq tambah kagum ama ibu…
    salut mbak…


  4. @ mas-mas yang menanggapi postingan sebelumnya :mrgreen:
    saya ngerti kok arah bahasan kalian, niat saya posting sebenarnya utk mengambil hikmah dari cerita itu. memang saya kurang paham utk masalah2 tsb. terima kasih ya sudah mau berbagi..^^
    Masalah Tuhan bicara seperti itu? Sepertinya saya belum dengar dalilnya..(lagian klo mau dipikir secara logika, kurang “in” sepertinya), apa saya perlu tambahkan “cerita ini hanya fiktif belaka, harap hanya mengambil hikmah atasnya”..? 🙂 wallahu’a’lam

    @arwahmonyet (namanya kok unik ya?)
    met kenal juga ya, seorang ibu memang pantas utk dihormati n dihargai…i’m truly proud of my mom too,
    sekarang yg menjadi pertanyaan di benakku adalah..siapakah nama kamu sesungguhnya.?? :mrgreen:
    hehehe…nice to meet you


  5. Wallaahu a’lam. Ancaman untuk berdusta atas nabi, adalah menyiapkan tempat duduk di neraka. Imam Bukhari memberikan bab khusus mengenai hal ini,

    باب اثم من كذب على النبي صلى الله عليه و سلم

    Bab keburukan bagi orang yang berdusta atas nabi shallallaahu ‘alayhi wa sallam.

    Salah satu contoh haditsnya sebagai berikut:

    حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ يَقُلْ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

    Telah berkata kepada kami Makkiyy bin Ibrahim, dia berkata: Telah berkata kepad kami Yazid bin Abi ‘Ubaid, dari Salamah dia berkata, aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berkata atas namaku apa-apa yang tidak aku katakan, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka.” (H.R. Bukhari).

    Sedemikian besar masalah berdusta atas nama Nabi, apalagi jika berdusta atas nama Allah? Ingatlah firman Allah:

    و لا تقف ما ليس لك به علم إن السمع و البصر و الفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤولا

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Qs. Al-Isra’ (17):36).

    فمن أظلم ممن افترى على الله كذبا ليضل الناس بغير علم . إن الله لا يهدى القوم الظالمين

    Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan? Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim. (Qs. Al-An’am (6):144).

    Ingatlah bahwasannya masih banyak kisah-kisah nyata yang dapat diambil hikmah darinya. Apakah kita hendak mengambil sesuatu dari apa-apa yang Allah tidak menunjukkannya? Siapakah yang dapat memberi hidayah kecuali Allah? Wallaahu a’lam. Hendaknya seseorang takut untuk kembali kepada kekafiran setelah dia beriman.

    حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجِدُ أَحَدٌ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ حَتَّى يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَحَتَّى أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ وَحَتَّى يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا

    Telah berkata Adam kepada kami, telah berkata Syu’bah, dari Qatadah, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, telah bersabda Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam, “Tidaklah seseorang memperoleh manisnya iman sampai dia mencintai seseorang yang dia tiada mencintainya kecuali karena Allah, dan sampai dia dilempar dalam api lebih dia cintai daripada dia kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya, dan sampai Allah dan rasul-Nya lebih dicintai olehnya daripada selain keduanya. (H.R. Bukhari).


  6. Wow, Subhanallah…suatu kajian hadits yg bagus, mas arif..
    makasih ya sharing ilmunya 🙂
    boleh tahu sumber bukunya(+penulisnya) darimana?
    thanks ^^


  7. Wallaahu a’lam. Untuk hadits2-nya diambil dari shahih Bukhari dan untuk ayat-ayatnya diambil dari Al Qur’anul Karim.

    Saranku, tulisan yang semacam ini dihapus saja. Tulisan dusta atas nama Allah tidak berfaidah sedikit pun dalam diyn. Adapun kebenaran hanyalah dari Allah. Banyak kisah-kisah nyata yang dapat diambil manfaat, yang dapat diperoleh dari Al Qur’anul Karim dan hadits-hadits yang shahih, atau riwayat-riwayat yang shahih lagi mutawatir. Wallaahu a’lam.

    Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: