h1

Cowok Kurang Inisiatif

Jpm7000000pmSat, 12 Jul 2008 14:43:24 +000008 1, 2008

Hffhhh, ada apa dengan cowok-cowok ini??

Cowok-cowok di Indonesia? Hm, sepertinya terlalu hiperbol

Cowok-cowok di Jakarta? Sepertinya juga terlalu menggeneralisir

Cowok-cowok di FKUI? Hm, not all of them actually..

OK, i will say..some of them, have lack of initiative ideas!

Waduh, gw juga gak tahu deh..tapi yg pasti gw (sebenernya beberapa cewek di kampus) dibikin pusing tujuh keliling ama tipe cowok satu ini. Bukan nape-nape sodara-sodara, tapi ini demi kelangsungan hidup umat manusia!! *halah, berlebihan sekalee*

“Eh, lo dah ngirim tugas makalah kelompok kemaren ke email dosennya gak? Hari ini dikumpulin lho”

“Heh? gw belum ngirim, lo gak nyuruh gw sih”

“Waduhh, secara makalahnya ada di elo, gimana sih?” *nepuk jidat*

“Lo gak bawa kamera nih buat dokumentasiin survey kita hari ini? Beberapa harus ada yg difoto”

“Gw bawa kok di tas, lo gak bilang harus dipotret, jadinya gak gw keluarin nih”

“Daritadi keekk…”*fiiuhhh*

-di atas ini hanya beberapa contoh kok-

Ini-itu, Itu-ini, ini-ini, itu-itu…

klo ditanya alasannya kenapa, bilangnya emansipasi wanita..katanya girl’s power gitu loh (padahal yg ngomong itu seorang cowok!), alasan ini..alasan itu…

Gw dan beberapa temen gw yg akhirnya ketar-ketir klo suruh ngerjain tugas kelompok, kerjaannya jadi nyuruh ini-itu, ngomel sana-sini klo kerjaan gak beres (dah kayak nenek2 aja, huh..)

Well, ada apa ya dengan cowok-cowok ini? Hey, what’s up man?

Gimana nanti lo jadi pemimpin? Gimana nanti lo buat keputusan?

Gimana nanti lo membina rumah tangga? jadi kepala keluarga buat istri n anak-anak lo?

Gimana nanti lo jadi dokter?…

Hmmm, gw juga tahu sih, klo kita nunjuk orang…selain jari telunjuk yg menghadap ke orang yg ditunjuk, ternyata tiga jari lainnya (jari tengah, manis, dan kelingking) kita menghadap ke diri kita (coba deh praktekin), which means…kita juga harus bercermin ke diri kita ketika ingin memberi nasihat pada orang…jadi, gw ngomong kayak gini juga berarti menasehati diri gw agar lebih berinisiatif dalam berbagai hal…no offense kok, hehehe

Jadi, buat yg ngerasa n tersinggung, gw minta maaf sebesar2nya. Bener deh gak maksud, gw hanya ingin Indonesia lebih baik di masa depan (terutama pemimpin2nya)

Klo lo salah satu tipe cowok ini, berubahlah dari sekarang, bro…masih ada waktu nih, gw juga gak mau nyuruh n ngomel2 mulu klo kerjaan gak kelar (capek lagi). lo juga bakal dinilai plus-plus deh ama temen2 lo, percaya deh..

ayoo semangat berubah!!

(^-^)9

Advertisements

6 comments

  1. Wew, mungkin ada kesalahan pendidikan ke-“cowok”-an di negara kita. Atau mungkin kurangnya pembinaan rasa tanggung jawab dan komunikasi. Atau mungkin ada alasan-alasan tertentu yang tidak terkemukakan dari mereka. Wallaahu a’lam.

    Menurutku, lebih baik tidak hanya menyalahkan cowoknya. Mungkin bisa disiasati dengan pembagian “job description” yang jelas dalam setiap pengerjaan kelompok. Jadi, masing-masing jelas tugas dan tanggung jawabnya. Dan (semoga) tidak ada alasan “emansipasi wanita”(?) lagi.


  2. Ini hanya salah satu bahasan yang diangkat kok,bagaimana kita bisa berkaca dari satu point ini disamping berkaca pada point2 lain yg lebih kompleks(seperti yg mas arif kemukakan di atas). Saya juga sadar, banyak point yg harus dibenahi juga selain dari point internal diri cowok ini.

    “job desc” pun sudah menjadi siasat kami selama ini, tapi ternyata kurang optimal juga pelaksanaannya.
    yah bagaimanapun, tapi kita tetep berusaha cari jalan keluar yg lebih baik…


  3. saya coba menyoroti beberapa hal (yg mungkin sekali merupakan hal yg tidak penting :mrgreen: ).

    Klo ketemu sama orang2 spt kami mereka :mrgreen: , jgn tanya “What’s up man?” Takut mereka g ngerti bhs Inggris. Hehe.., bercanda. Bagusnya sih bilang aja “Kok cowok cara ngomongnya ky gitu?”
    Hmm….
    Ini pertanyaan yg menyesakkan tentu. Bukan mempertanyakan ada masalah apa dg para pria tetapi justru mempertanyakan ke-laki-laki-annya (adakah bahasa baku untuk kata tersebut?).

    “…jadi kepala keluarga buat istri n anak-anak lo?”

    Ada yg aneh dg kalimat ini. :mrgreen:

    =========================================
    Tapi, apakah itu adalah fenomena FKUI saja?
    Cerita lain, Mbak-mbak di fasilkom, klo ngerjain tugas kelompok, pada umumnya secara ikhlas -bahkan sering menawarkan tenaganya- untuk membereskan hal2 administratif. Laporan, makalah, dan sejenisnya. Masalah code, database, itu biasanya (biasanya lho…, soalnya ada jg Mbak2 yg sangar) diserahkan kepada laki2 (baca:wanita menolak mengurusinya).

    Sepakat dg emansipasi wanita (pingin ngeliat ibu2 pada benerin genteng bocor). :mrgreen:


  4. lo lagi abis diapain ama siapa emangnya sih yu? yang mana anaknya yang cari masalah? (langsung pasang badan gini gw..) haha
    ah si ibu ini abis ngview blog gw ga kirim comment lagi..

    gini yu, penyakit terbesar kemanusiaan akhir2 ini adalah egosentrisme, “selama gak ada masalah sama gw, bukan masalah gw”, mungkin gara2 penyakit ini terpaut kromosom X kali ya makanya insidens dan prevalensnya lebih tinggi di cowok..

    hehe, inisiatif itu emang hal yang susah yu, dan sayangnya ini berkaitan banget dengan pendidikan dalam keluarga ybs tsb, bukan oleh pendidikan yang didapat dari bangku sekolah. jika nilai2 keluarganya mengajarkan bahwa “others come first” maka orang tersebut pasti akan lebih berinisiatif untuk membantu jika ada orang yang bermasalah, atau akan bermasalah, atau bahkan tidak bermasalah sama sekali..

    kita masuk bagian yang mana?

    —————

    emansipasi wanita? jangan berlebihan lah, indikator yang lw berikan tidak cukup valid lho.. hahaha,


  5. Wah… tanggapan emosional ? hehe..

    hmm… iya, kadang aku juga bertindak seperti yang diatas, terlalu banyak alasan. Tapi aku juga gak mau selamanya gitu 🙂

    Kalo udah tau tugasnya dengan jelas, harusnya gak masalah 🙄


  6. wah, yang kometarin semuanya cowok :mrgreen:

    @agung
    hal2 administratif emang biasa dilakuin oleh cewek. tapi klo ayu pribadi, kurang suka hal2 monoton kayak gitu. Klo administratif ke cewek, hal2 komputer ke cowok. Semua juga harus bisa. Yg cowok harus ngerti adminitratif, yg cewek juga harus ngerti code, database, n semacamnya itu. Ayu malah pingin belajar tuh buat2 code, database..supaya gak terlalu tergantung bgt ama cowok.
    Hehehe, jadi klo sekelompok dengan ayu, siap2 aja dapet tugas adminitratif kayak ngurusin makalah n sebagainya..

    Sepakat dengan emansipasi wanita (benerin genteng bocor? boleh..), tapi ayu juga sepakat dengan emansipasi pria (ngepel, masak, jemur, ngurus anak termasuk bikin makalah/laporan yg rapi n bagus)..hehehehe :mrgreen:

    @juno
    gak valid? ya iyalah, ini kan opini ayu berdasarkan yg ayu liat aja. mau objektif? mari kita bikin penelitian tentang ini..huehehe

    @agyl
    sepakat gyl! Feel so human..



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: