Archive for September, 2008

h1

Maaf Lahir Batin^^

Jpm9000000pmTue, 30 Sep 2008 15:53:01 +000008 1, 2008
atas segala kesalahan yang pernah kubuat,
atas segala kekhilafan yang pernah ada,
atas hati yang pernah kusakiti,
atas ucapan-ucapan yang tak mengenakkan hati,
atas segala benci yang pernah tertumpahkan,
 
kini…ayu memohon maaf yang sebesar-besarnya,
 
moga di penghujung ramadhan ini
 
diri ini bisa kembali fitrah…
 
jadi, maafkan aku ya kawan?
🙂

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

 

Taqobbalallahu minna wa minkum..^^
 
h1

Love is Like…

Jam9000000amFri, 26 Sep 2008 00:44:41 +000008 1, 2008

Love is like waiting for a bus??

Cinta itu sama seperti orang yg sedang menunggu bis

Sebuah bis datang, dan kamu bilang,

“Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh!

Aku tunggu bis berikutnya aja deh.”

Kemudian, bis berikutnya datang.

Kamu melihatnya dan berkata,

“Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..”

Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,

tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu.

Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,

“Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku”.

Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu,

kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.

Ketika bis kelima datang,

kamu sudah tak sabar,

kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.

Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis.

Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju!

Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

Moral dari cerita ini :

sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar ‘ideal’  untuk menjadi pasangan hidupnya.

Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita.

Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai  keinginan dia. Tidak ada salahnya memiliki ‘persyaratan’ untuk ‘calon’, tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.

Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.  Tapi kamu masih bisa berteriak ‘Kiri’ ! dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu.

Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya.

Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti.

Bagimu sendiri, dan bagi dia.

Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu? 🙂

 

dari: milist

h1

Debar ini…

Jpm9000000pmTue, 23 Sep 2008 18:47:37 +000008 1, 2008

Frenz, pernah gak sih kamu merasakan jantungmu berdebar-debar dengan sendirinya? Bukan, bukan saat kamu abis berolahraga or ngerjain aktivitas fisik yang berat…tapi ketika kamu lagi gak ngapa2in, misalnya lagi duduk depan komputer gitu or watching TV..dan kamu seketika merasakan jantungmu berdebar-debar dengan amat kencang..serasa mau copot, tapi gak sakit…(duh, ngerti gak sih deskripsinya gw? hehehe). karena kan beda berdebar2 disertai rasa sakit dada atau gak..

Dan gw ngerasain hal itu akhir2 ini, jantung gw berdebar2 terus tanpa disertai sakit dada, jadinya kita bakal ngerasa tuh jantung kontraksi terus tanpa ada arahan dari otakmu, dan ternyata kamu tuh menyadarinya, dengan kesadaran penuh…Hiiii, ada apakah gerangan??

Apakah faktor emosional, stres, atau apa??

Serasa ada bagian dari tubuhmu yang ingin mengatakan sesuatu padamu…saat ini

dapatkah kau tangkap isyarat itu?

aku sedang mencobanya…

h1

Ketemu pasien pertama kali…

Jam9000000amTue, 16 Sep 2008 00:19:33 +000008 1, 2008

Lama gw gak nulis di blog ini, baru sekarang bisa nulis lagi di sela2 pengerjaan setumpuk tugas n makalah gw T-T…

Alhamdulillah, gw sekarang dah masuk kepaniteraan klinik..it means..gw dah resmi jadi co-ass tingkat IV di RSCM..setelah sebelumnya di”sumpah”in sang Dekan FKUI untuk selalu berbuat yang terbaik buat pasien, yah..mirip2 sumpah Hipokrates gitu deh, atau sumpah2 profesi lainnya…gw sempet terharu, di pundak kami ini telah diletakkan suatu tanggung jawab yang cukup besar…

Hari pertama gw di klinik, gw dapet bagian Geriatri, ilmu ttg kesehatan lanjut usia…

di bagian ini gw bakal dapet kuliah, bikin makalah pribadi n kelompok, penelitian, presentasi kasus, jaga malam, stase siang di poli n rawat inap, kunjungan ke panti, rehab medik, psikiatrik, diskusi kasus, sampai follow up pasien rawat inap….kebayang hari2 3 minggu gw ke depan disibukkan kayak gitu..hmm..

abis kuliah yg selesainya jam setengah 4, gw n kelompok gw gak langsung pulang. pasalnya akan dibagiin nama2 pasien untuk kami follow-up, satu orang dapet tanggung jawab satu pasien..gw langsung deg2an, ini pertama kalinya gw ketemu pasien beneran…

Awal gw ketemuan ama keluarga pasien+pasien, alhamdulillah disambut baik..

“Misi Bu, ini saya perkenalkan dokter muda yg nantinya akan membantu pasien ini bersama dng dr.M (nama dokter yg lagi jaga)..” sang dokter senior memperkenalkan gw

“Ya Bu, saya ayu” *memperkenalkan diri dng sengaja tak memberi gelar dokter atau title apapun di depan nama*

“Ohh, dokter ayu ya” sang anak pasien menimpali, gw sendiri jadi bengong

Waduuuh, dalam hati gw merinding disebut dokter, padahal emang baru “dokter muda”..masih bau kencur istilahnya, tapi yah gw berusaha tampil sebaik mungkin aja…bismillah

setelah itu, sebenarnya para co-ass sudah bisa langsung pulang berhubung masih hari pertama. Namun, apa daya ketika salah satu dokter senior menyuruh kami memeriksa TNSP (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) di ruang rawat inap itu…jadilah kami disana sampe magrib T-T nasib…nasib…

nantikan cerita selanjutnya…

h1

Akses Proquest Gratis!

Jam9000000amSun, 14 Sep 2008 11:12:44 +000008 1, 2008

Ini gw dapet dari postingan temen, hmm…patut dicoba!

Trial akses terhadap database Proquest untuk seluruh sivitas akademika
perguruan tinggi di Indonesia. Kalau pun ada yang non sivitas
akademika juga tidak masalah. Silakan dimanfaatkan. Apabila
pemanfaatannya bagus, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas
akan melanggankan untuk masyarakat Indonesia. Silakan disebarluaskan
ke rekan-rekan lain yang memerlukan. Prinsipnya adalah bahwa basis
data ini boleh diakses oleh seluruh warga negara Indonesia tercinta ini.
 
Bersama ini diberikan ID/Password untuk trial akses tersebut sbb:
 
 
Account: DEPDIKNAS1
Password: dikti (harus huruf kecil)
h1

Tips PresKas Klinik

Jam9000000amSun, 07 Sep 2008 04:44:19 +000008 1, 2008

Untuk para rekan sejawat yang telah memasuki kehidupan klinik, mulailah kenali ‘batu-batu loncatan’ yang harus dilalui di klinik. Salah satu batu loncatan tersebut adalah presentasi kasus (preskas) yang kerap kali ditugaskan kepada co-ass baik secara perorangan maupun kelompok. Preskas ini merupakan satu dari sekian banyak penilaian mahasiswa sebagai evaluasi pendidikan di tiap departemen RSCM. Walaupun bobot nilainya tidak terlalu besar, tapi selalu dijadikan pertimbangan untuk membantu nilai kita jika ternyata nilai ujian tidak memadai.

Untuk mewujudkan sebuah presentasi kasus yang gemilang, ternyata tidak sulit. Berdasarkan pengalaman penulis, ada beberapa langkah yang dapat dijalani agar preskas kita sukses.

 

Read the rest of this entry ?