h1

Tips PresKas Klinik

Jam9000000amSun, 07 Sep 2008 04:44:19 +000008 1, 2008

Untuk para rekan sejawat yang telah memasuki kehidupan klinik, mulailah kenali ‘batu-batu loncatan’ yang harus dilalui di klinik. Salah satu batu loncatan tersebut adalah presentasi kasus (preskas) yang kerap kali ditugaskan kepada co-ass baik secara perorangan maupun kelompok. Preskas ini merupakan satu dari sekian banyak penilaian mahasiswa sebagai evaluasi pendidikan di tiap departemen RSCM. Walaupun bobot nilainya tidak terlalu besar, tapi selalu dijadikan pertimbangan untuk membantu nilai kita jika ternyata nilai ujian tidak memadai.

Untuk mewujudkan sebuah presentasi kasus yang gemilang, ternyata tidak sulit. Berdasarkan pengalaman penulis, ada beberapa langkah yang dapat dijalani agar preskas kita sukses.

 

Membuat jadwal

 

Sejak hari pertama kita memasuki bagian atau departemen apapun di FKUI-RSCM, segeralah mencari jadwal stase. Hitung dengan cermat tanggal-tanggal penting seperti hari ujian, presentasi kasus, serta giliran jaga malam kita. Buatlah dalam tabulasi kalender dan tandai hari-hari tersebut. Sehingga kita bisa melihat dan memperhitungkan segala sesuatunya. Mulai dari kapan kita belajar hingga persiapan untuk preskas (dan tentunya jangan lupa waktu untuk refreshing!). Bersyukur bila ternyata jadwal preskas kita jauh dari ujian. Namun, jangan takut juga bila berdekatan. Yang terpenting adalah persiapan yang baik.

Kemudian, setelah kita mengetahui pembimbing atau moderator preskas, segera hubungi beliau (jangan ditunda!). Hari itu juga kalau bisa. Temui langsung bila mungkin. Mintalah kesediaan beliau untuk membimbing kita dalam preskas. Bila beliau berhalangan pada hari H, tanyakan kembali waktu luang beliau. Catat dan konfirmasi dengan teman-teman serombongan. Karena tidak mungkin kita presentasi tanpa kehadiran audiens.

Bila jadwal sudah oke, atur langkah-langkah pembuatan preskas. Prioritaskan membuat makalah terlebih dahulu. Makalah adalah sebuah syarat awal. Pertanyaan pertama pembimbing preskas pada umumnya, ”Mana makalahnya?”. Karena itu, segera cari kasus atau pasien yang menarik buat kita dan pembimbing. Jika pembimbing sudah memberikan pilihan, itu akan lebih baik.

Kita juga harus memperhitungkan kinerja teman-teman kelompok. Apakah tipikal pekerja cepat, ’lemot’, suka bekerja bersama atau cenderung individual. Semua tidak menjadi masalah asal semua bisa menyelesaikan tugasnya. Aturlah pembagian tugas tinjauan pustaka, ilustrasi kasus,dan pembahasan kasus (jika preskas kelompok). Biasanya itu tiga poin penting dalam makalah.

Selain itu, kita harus mengingatkan pembimbing tentang hari H presentasi. Para dosen kita adalah orang sibuk. Bisa saja beliau lupa atau tiba-tiba harus pergi ke luar negeri satu jam sebelum presentasi. Sedih gak tuh?

           

Trik 1 : Setiap kasus preskas yang umum dipresentasikan telah memiliki tinjauan pustaka. Jadi cobalah mencari file tersebut di rombongan sebelumnya. Sedikit copy-paste tidak masalah asal tidak berlebihan J. Dengan begitu kita dapat menghemat waktu pengerjaan makalah.

 

 

Mencari informasi tentang pembimbing

 

Carilah informasi tentang bagaimana sifat dan sikap pembimbing preskas kita. Tanyakan secara detail hal apa saja yang disukai dan tidak disukai beliau saat presentasi. Hal ini menentukan penilaian pada akhirnya. Misalnya, pembimbing A menyukai bunga mawar. Taruhlah bunga mawar di atas meja agar suasana menjadi nyaman baginya. Jika ia tidak suka dengan SMU tertentu, usahakan presentan tidak berasal dari lulusan sekolah tersebut. Gak mau kan teman kita jadi bahan hinaan publik?!

Terkadang beberapa pembimbing ingin mengoreksi makalah terlebih dahulu. Ikuti saja permintaannya. Setiap pembimbing selalu memiliki pendapat sendiri. Apapun yang menurutnya salah, ubahlah. Toh kita cuma rugi waktu.

Jika pembimbing kita tidak suka bertele-tele membahas teori kasus, hal itu jangan terlalu banyak dibahas. Kita dapat langsung fokus ke ilustrasi kasus dan pembahasannya.

 

Trik 2 : Hargailah  pembimbing kita dengan mengucapkan terima kasih terlebih dahulu  di pembukaan presentasi karena telah bersedia meluangkan waktunya untuk hadir dan menjadi pembimbing di preskas ini. Selain kita bisa belajar menghargai orang lain, hal itu juga dapat membangkitkan ”first impression” terhadap kita.

  

  

Mencari literatur terbaik

 

Untuk mencari literatur pastikanlah yang terbaik. Dalam artian literatur tersebut terbaru, terlengkap, dan mudah dimengerti. Sebaiknya literatur atau kepustakaan bersumber dari buku teks atau jurnal terbaru. Tidak berumur lebih dari sepuluh tahun. Bahkan lebih baik jika berasal dari kepustakaan yang dibuat oleh pembimbing kita sendiri. Hal yang patut kita syukuri, para dosen kita adalah orang-orang hebat yang tulisannya menjadi bahan acuan di penjuru negeri. Mereka juga membuat penelitian-penelitian dalam bidang keahliannya. Jika berkaitan dengan kasus kita, jangan ragu untuk mengambilnya. Saat beliau membaca makalah, dia akan senang kita telah membaca tulisannya.

Sebisa mungkin dari internet temukan jurnal. Karena jurnal lebih dihargai oleh pembimbing dibandingkan buku teks. Urutan tingkat kekuatan literatur: Jurnal > Text book > Diktat kuliah > Artikel >>> ”Poci-poci alias kecap”

 

Trik 3 : Jika pusing mencari kepustakaan mana yang bagus, intip saja daftar pustaka preskas grup sebelumnya. Tinjauan pustaka mungkin boleh copy-paste tapi kita tetap harus mempunyai bahannya di tangan kita. Sehingga ketika pembimbing iseng bertanya ”Mana bahan-bahan pustaka kamu?”, kita tinggal menjawab, ”Ini dok, lengkap”

 

  

Menguasai materi luar dan dalam

 

Setelah kepustakaan di tangan, segera kuasai. Jika preskas berkelompok, bagi tugas penguasaan bahan. Ada yang menguasai teori, patofisiologi, dan terapi. Idealnya setiap orang menguasai semua segi. Tapi pembagian ini dapat digunakan untuk menghemat waktu. Diharapkan jika ada pertanyaan oponen dari bagian-bagian tersebut kita bisa menjawabnya dengan baik dan terlihat menjawab bergantian. Seolah semua anggota kelompok kita proaktif. Kan keren tuh!

Jika preskas perorangan, pintar-pintar memilah urutan membaca literatur. Bacalah lebih dahulu literatur yang ringan, baru perlahan ke literatur yang pembahasannya mendalam. Dengan begitu kita tidak membuang waktu berkutat pada literatur yang sulit dimengerti karena kita masih sangat awam. Tapi perlahan mengerti makin lama makin mendalam. Bahkan lebih baik lagi jika ada beberapa teori terbaru yang bisa kita beritakan. Baik di makalah atau saat presentasi.

 

Trik 4 : Jangan sungkan menghapus kalimat atau teori yang tidak atau belum dapat kita kuasai dari makalah. Biar tidak menjadi lubang kubur kita. Kecuali kita yakin pembimbing kita akan menjelaskan hal-hal yang tidak kita tahu. Jabarkan saja semua agar nanti dijelaskan satu persatu olehnya.

 

Menguasai pasien secara menyeluruh

 

Karena judulnya adalah presentasi kasus, jadi kita kudu menguasai kasus kita, terlebih lagi pasiennya. Gunakan waktu kunjungan kita ke bangsal atau poli dengan baik. Bila kasus yang akan kita presentasikan sangat sulit atau pengetahuan kita masih terlalu dangkal, cobalah membaca dahulu sebelum memeriksa pasien. Utamakan menguasai anamnesis dan pemeriksaan yang harus dilakukan. Jangan terlalu percaya anamnesis di status. Alangkah lebih baik jika anamnesis kita dan data di status saling melengkapi.

Suatu saat kita dapat menemukan status pasien yang tebalnya lebih tebal dari bantal rumah kita. Hal itu dapat terjadi karena pasien sudah bertahun-tahun bolak-balik berkunjung ke rumah sakit atau memang ia berbulan-bulan tidak pernah pulang. Jika begitu, tidak perlu mencatat semua. Kita pilah bagian-bagian penting dari riwayat pasien seperti kapan saja pasien datang ke RS, kapan pulang, kapan diperiksa lab atau ada tindakan lain. Bila gagal operasi atau tindakan, cari tahu penyebabnya. Kesalahan mendasar yang tidak boleh terjadi adalah jika ada data pasien yang kita tidak tahu tapi pembimbing tahu. Itu akan sangat merendahkan nilai kita.

 

Trik 5 : Ada juga beberapa mahasiswa yang malas mencatat status lalu ia mengabadikannya dengan foto. Untuk ini, disarankan menggunakan kamera yang fokusnya bagus. Percuma sudah foto banyak tapi mata kita sakit setelah selesai membacanya.

 

Persiapkan presentasi

 

Setelah semua bahan-bahan tentang kasus kita sudah lengkap, maka susunlah presentasi dengan baik. Persiapan yang baik akan sangat membantu.

Buatlah slide presentasi sesuai dengan aturan dan keinginan pembimbing. Gunakan dalam bentuk poin-poin. Jangan copy-paste dari makalah. Ambil intisari dari tiap-tiap kalimat lalu jadikan sebuah poin.

Buat latar belakang yang gelap dengan huruf-huruf terang. Jika kita ingin menampilkan background tersendiri, perhitungkan LCD dan pencahayaan ruangan. Sebisa mungkin, presentan-lah yang membuat slide presentasi. Karena dengan begitu presentan dapat menguasai slide secara keseluruhan. Presentasi pun menjadi teratur dan tidak tersendat-sendat karena presentan harus membaca slide lebih dulu. Jika ternyata ada pelengkap data seperti foto rontgen, CT scan atau USG yang perlu ditampilkan, segera pinjam dari pasien atau cari foto tentang kasus kita di internet atau e-books yang tersedia (jika pasien sudah pulang). Jelaskan alasan mengapa foto tersebut yang ditampilkan. Diharapkan audiens akan mudah mengerti.

Sebelum hari-H, berikan makalah kita kepada para oponen. Setelah mereka membaca kita bisa menanyakan hal-hal yang kurang dan perkiraan pertanyaan mereka. Ini halal-halal saja kok. Yang terpenting adalah kita tetap belajar. Saat menjawab pertanyaan, anggota kelompok harus bergantian menjawab. Budaya diskusi di kampus kita masih rendah. Pembimbing kerap kali mengingatkan jika tidak bertanya maka tidak akan dapat nilai. Padahal seharusnya kita bertanya karena kita masih belum jelas, bukan karena ingin mendapat nilai.

Biasakan pula menyimpan file slide presentasi di banyak tempat atau tiap anggota kelompok memiliki file slide tersebut. Siapa tahu file utama terkena virus atau tidak bisa dibaca, kita punya banyak cadangan. Sangat menyesakkan hati di jam yang telah ditentukan, slide kita rusak.

 

Trik 6 : Setelah selesai membuat slide presentasi, coba latih terlebih dulu. Sebaiknya kita bisa memprediksi titik lemah kasus kita dan perkiraan pertanyaan audiens. Cari segera jawabannya dan letakkan di akhir slide setelah slide ucapan terima kasih. Prediksi jawaban ini TIDAK PERLU DITAMPILKAN jika tidak ada yang bertanya. Jika ada, maka kita telah siap dengan jawabannya.

  

     

   Teguhkan mental dan spiritual

 

Inti dari tips ini adalah persiapan diri dan kelompok kita dari segi mental dan spiritual dalam presentasi kasus. Jika pembimbing kita berjenis ”killer”, jalankan presentasi dengan hati-hati dan jangan sampai membuat kesalahan. Apalagi kesalahan sama yang sudah dilakukan kelompok sebelumnya. Itu keterlaluan. Siapkan diri untuk menerima hukuman seperti membuat tugas tambahan atau mungkin separah-parahnya mengulang presentasi. Maka, di sinilah letak doa.

 

Trik 7 : Kadang ada beberapa pembimbing yang suka dengan gender, sikap, atau cara berpakaian tertentu dari presentan. Penuhi saja. Tanpa komentar.

 

     

   Istirahat cukup

 

Usahakan satu hari sebelum hari H semua persiapan sudah selesai. Dengan begitu malam menjelang hari-H kita bisa istirahat dengan tenang dan cukup. Bangun pagi supaya tidak terlambat datang ke kampus dan bisa mempersiapkan segala sesuatu. Persiapkan LCD, laptop, pointer, dan makalah cadangan untuk pembimbing yang sering lupa membawa.

 

Trik 8 :  Malam sebelum hari-H ingatkan semua anggota kelompok jangan sampai telat datang besok pagi. Usahakan jangan sampai tidur di atas pukul 12 malam. Semua file penting jangan lupa dibawa dan dimasukkan ke dalam tas sejak malam. Biar tidak tertinggal.

  

 

 Percaya diri

 

Satu kunci penting yang harus dimiliki oleh seorang presentan adalah percaya diri. Modal ini memang mahal dan tidak semua orang memilikinya. Namun dapat dipupuk secara perlahan. Satu cara yang paling mudah adalah mulai sering duduk di depan kelas. Kita akan terbiasa dengan suasana di depan kelas. Saat kita maju ke depan kelas untuk presentasi, kita tidak canggung lagi karena sudah terbiasa.

Mulailah presentasi dengan nada-nada percaya diri. Bila gagal atau ternyata suara kita jadi cekat karena grogi, jangan takut berhenti sejenak untuk mengumpulkan kekuatan dan menarik nafas kembali.

Tunjukkan sedikit lelucon atau humor seperlunya. Setelah para audiens tertawa atau sedikit tersenyum, maka suasana akan menjadi ’hangat’ dan kita pun nyaman meneruskan presentasi. Buatlah hubungan yang erat dengan audiens. Saat menjawab pertanyaan, gunakan nada-nada yakin. Jangan ragu. Jika kita ragu, katakanlah kita ragu. Atau ketika kita tidak tahu jawabannya, katakan tidak tahu (gak dosa kok!). Mintalah pembimbing untuk menjelaskan kembali setelah diskusi. Karena itu tugas pembimbing. Dengan sering berlatih presentasi, kita akan terbiasa menjawab pertanyaan secara manis dan diplomatis tapi praktis. Maka seringlah berlatih.

 

Trik 9 : Bila kita kehilangan grip audiens karena banyak dari mereka yang berbicara sendiri atau sudah ada yang menguap, itu tandanya kita harus mengambil kembali perhatian dengan cara apapun. Bisa dengan lelucon,  meningkatkan volume bicara atau sekedar diam sejenak. Biasanya setelah itu audiens langsung kembali memperhatikan kita.

 

Menjadi seorang presentan yang baik dan hebat tidak terjadi dari hanya sebuah preskas. Tapi hasil dari belajar berulang-ulang. Dengan menjadi presentan, kita akan terpacu untuk menguasai bahan. Dengan kita mempresentasikannya pun, akan membuat ilmu kita bertambah. Jangan takut jika nanti kita dimarahi pembimbing karena kita tidak bisa menjawab pertanyaan.

Semua ketakutan kita sebelum presentasi akan terbayar setelah kita presentasi. Pembimbing memuji dan audiens pun bisa mengerti. Applause yang kita terima akan menjadi kepuasan tersendiri.

 

“Perjalanan seribu langkah dimulai dengan langkah pertama”

 

Writer: Hendra K

 Edited by: Ayu

Advertisements

2 comments

  1. Terimakasih infonya Mbak.
    Moga2 kehidupan klinik bisa saya jalani dengan luar biasa. 😛


  2. Hmm… akhirnya ada update. Setelah sekian lama 😀

    Kehidupan klinik ? Hmm, jadi ingat banyak hal ( walau pun gak ada hubungannya )

    Semoga sukses dech yu’ 😉

    Writer ? Ow… ya ya ya .Yang itu juga semoga sukses :mrgreen:

    btw, tetap aku sama agung yang komen pertama 🙄



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: